Sejarah Berdirinya Microsoft

Jika mendengar nama ini, orang akan langsung ingat dua hal, yakni Microsoft dan kekayaan. Yah, memang tak bisa dimungkiri...

Sekilas Sejarah Sepak Bola Spanyol

Jika Spanyol jadi juara dunia, arti trofi tersebut tak hanya menajamkan dominasi mereka di bidang olahraga. Namun bisa jadi media yang ampuh untuk menyatukan beragam etnis yang...

Kesultanan Sulu: Indonesia ingin Konflik Sabah Diselesaikan

MANILA - Juru bicara Kesultanan Sulu Abraham Idjirani mengatakan, sebagai negara ASEAN, Indonesia tentu menginginkan penyelesaian krisis..

RUU ASN Belum Rampung, Gamari Sesalkan Sikap Pemerintah

Senayan - RUU Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi salah satu RUU yang diperpanjang masa pembahasannya. Anggota Panja RUU ASN Komisi II..

Kumpulan Lagu Guns' N Roses

Don't Cry, You Could be Mine, Sweet Child O'Mine, Dead Horse, Bad Obsession, Estranged, Dust 'n Bone .

17 Mar 2012

Tahun Ini Honorer K2 Diangkat Jika K1 Kurang

JAKARTA, FAJAR -- Informasi soal penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) terus berubah. Yang terbaru, tahun ini pemerintah akan merekrut 139.878 CPNS baru. Kuota itu akan dipenuhi dari pegawai honorer kategori I (digaji APBN dan APBD), pegawai honorer kategori 2 (digaji non APBN dan non APBD), serta pendaftar umum. Mereka akan menggantikan PNS yang memasuki pensiun tahun ini. Berdasarkan catatan di Badan Kepegawaian Negara (BKN), tahun ini ada 23.152 PNS instansi pusat yang pensiun. Sedangkan untuk PNS di instansi daerah berjumlah 116.726 orang.

Kepala Bagian Humas BKN Tumpak Hutabarat mengatakan, pemerintah memang sudah berkomitmen untuk menutup kursi yang ditinggal pensiun pemiliknya itu dengan mengangkat PNS baru. Skenario awal adalah mengoptimalkan tenaga honorer Kategori 1 (K1) yang sudah diverifikasi. Jika masih kurang, akan ditambah dari honorer Kategori 2 (K2). Kemudian juga merekrut CPNS baru dari pendaftar umum. "Bagaimana teknis pembagiannya, lalu berapa kuota pastinya, itu wewenang Kemen PAN-RB," kata dia. Menteri Pendayaguanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Azwar Abubakar juga mengatakan, kursi yang ditinggal pensiun itu tidak bisa dibiarkan lowong. "Sudah ada persetujuan antara DPR dan pemerintah (untuk mengangkat CPNS baru, red)," katanya.  

Upaya Kemen PAN-RB merekrut CPNS baru sesuai jumlah kursi yang kosong karena ditinggal pensiun ini merupakan langkah baru. Sejak beberapa waktu lalu, institusi ini memang berencana mengembangkan penerimaan CPNS baru dengan skema zero growth. Artinya, jumlah CPNS baru yang diterima, harus sesuai dengan PNS yang pensiun. Dengan model ini, diharapkan gaji PNS tidak terlalu membebani APBN. Azwar mengatakan, tanggal pelaksanaan seleksi CPNS baru tahun ini belum bisa dipastikan. Dia hanya mengatakan, setengah dari kebutuhan CPNS baru tahun ini akan ditutup dari honorer K1 dan K2. Sementara sisanya ditambal oleh CPNS dari pendaftar umum atau fresh graduate. Saat ini jumlah honorer K1 sekitar 67 ribu orang. Sementara itu, untuk honorer K2 sekitar 600 ribu orang. "Mereka (honorer K1 dan K2, red) tidak serta merta lulus. Ada proses verifikasi dokumen dan tes tulis," tandasnya. Sedangkan untuk pendaftar baru, akan melalui seleksi CPNS sebagai mana biasanya. 

Azwar mengingatkan, jumlah tenaga honorer yang masuk ke mejanya sampai sekarang masih belum jelas. Data yang masuk masih berupa angka-angka, sehingga masih perlu verifikasi lagi. Data honorer yang sudah diverefikasi nantinya minimal mencantumkan nama, kapan SK pengangkatan diterbitkan, di mana tempat berdinas, berkerja sebagai apa, siapa yang mengangkat, dan dari mana gaji yang diterima. "Kita tidak mau setelah honorer diangkat ada persoalan lagi. Verifikasi harus benar-benar optimal," kata dia.

10 Mar 2012

Juni Honorer K2 Tes

Hasil Presser FHI atas Pergerakan FHI RPP Perubahan ke dua atas PP 48/2005 di Bahas di RDP Komisi II DPR RI tgl 13-2-2012 dan tgl 27 feb 2012 RPP dikirim ke Setneg untuk diproses lebih lanjut setelah kesepakatan hasil RDP Di Komisi II DPR RI antara Menpan RB, BKN, Mendagri ,Menkeu dll,

Setelah di bawa ke Setneg pada tgl 5 maret 2012 Setneg lalu mengeluarkan surat Rekomendasi tentang RPP Perubahan kedua atas PP 48/2005 untuk segera diparaf diantaranya Menpan RB, Mendagri, Menkeu, Menkumham. Posisi detik ini Menpan RB baru saja memproses paraf RPP Perubahan Kedua atas PP 48/2005 tersebut kemudian RPP Perubahan ke 2 atas PP 48 thn 2005 diregulasikan akhir April 2012.

Menurut informasi dari Tim lobi utama Kami Forum Honorer Indonesia minggu ini Menpan RB akan mengeluarkan Surat Edaran untuk verifikasi data tahap ke dua, sedangkan kabar baik bagi honorer KI awal bln april ini diangkat menjadi PNS dan proses untuk K2 akan di laksanakan bulan Juni 2012 melalui Tes seleksi antar sesama tenaga Honorer Kategori 2,yang lolos tes dapat di angkat bertahap sampai Tahun 2013 mendatang.  

Dengan mengucap Alhamdulillah kemajuan pesat hasil Perjuangan Semua Honorer di Instansi Negeri yang tidak Pernah surut kebelakang bahwa RPP Perubahan ke dua atas PP 48 sudah dikeluarkan dari Menpan RB untuk diparaf dan besok akan segera dibawa pada RATAS (Rapat Kabinet Terbatas) dengan Substansi Kategori 2 di upayakan 2012 melalui APBN perubahan dg kuota 50%, awalny cm 30%, sisanya sampai 2013. 

Test sesama K2 dengan tambahan poin berdasar masa kerja, test dilakukan langsung oleh pusat (TIM TPP). Kami tetap Memperjuangkan tanpa kenal lelah biarkan orang berbicara jelek tentang perjuangan ini,,!! Rawe Rawe Rantas Malang-Malang Tuntas ,,!! Hidup Honorer Menuju Status dan Kesejahteraan!!!! SALAM FHI,,!!! On The way Menuju Bandung untuk Konsolidasi Lebih Lanjut,,,!!!

2 Mar 2012

Direncanakan Juni Pemberkasan Honorer Menjadi CPNS

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menargetkan, mulai Juni mendatang sudah dilakukan pemberkasan terhadap honorer tertinggal menjadi CPNS. Tiga bulan yang tersisa ini digunakan pemerintah untuk menyelesaikan verifikasi dan validasi ulang.

Di samping menunggu hasil penataan kepegawaian (redistribusi pegawai). Demikian dikatakan Asisten Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian PAN&RB Nurhayati yang dihubungi, Jumat (2/3). "Kalau nanti PP Honorer Tertinggal terbit bulan ini, langkah selanjutnya adalah pemberkasan. Namun sebelum itu daerah harus memasukkan dulu data kepegawaian serta redistribusi pegawainya. Jika tidak, nanti honorer yang diangkat CPNS mau ditaruh di mana," ujarnya. Penyusunan redistribusi pegawai ini penting sekali.

Dari situ akan dilihat, mana daerah yang kekurangan dan mana kelebihan. Dia mencontohkan DKI Jakarta yang menolak menerima CPNS dari honorer ataupun dari lainnya. Sebab, jumlah pegawainya sudah berlebih. "Kalau redistribusi belum ada, kita akan kesulitan menempatkan honorer tertinggal kategori I. Dikhawatirkan, akan terjadi penumpukan di satu instansi," ucapnya. Jika sudah selesai, pemberkasan CPNS akan dilakukan Badan Kepegawaian Negara (BKN). 

Dia menyatakan, dari 67 ribu honorer tertinggal kategori I, pemberkasannya tidak akan serentak. Sebab, tergantung dari cepat lambatnya daerah menyelesaikan pemetaan pegawainya. "Kalau cepat, pemberkasannya lebih cepat juga. Yang jelas, kita targetkan akhir Desember semua honorer tertinggal kategori I sudah selesai pemberkasannya," tandasnya.

Kabar Gembira PP Honorer Tertinggal Dipastikan Turun Maret

JAKARTA - Janji Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar yang menyatakan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) tentang Honorer Tertinggal diterbitkan Maret bulan ini, tampaknya mendekati kenyataan. Ini menyusul dengan dipercepatnya proses penggodokan di Sekretariat Negara. "Saya dapat kabar kalau proses penetapan RPP di Setneg dipercepat. Kemungkinan besar pertengahan atau akhir Maret ini sudah terbit," ungkap Asisten Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN&RB Nurhayati yang dihubungi, Jumat (2/3).

Molornya penetapan RPP honorer, terang perempuan berjilbab ini, karena ada empat kali rancangannya dikembalikan ke Kemenpan&RB. Diapun optimis, target Maret PP terbit bisa terealisasi. Meski Komisi II DPR RI memberikan tenggat ke pemerintah April mendatang. "Saya optimis, karena di Setneg RPPnya sudah final dan tinggal paraf bapak presiden saja. Kalau cuma paraf kan gak lama-lama," ujarnya.Mengenai verifikasi dan validasi data ulang, menurut Nur, sapaan akrabnya, sementara berjalan. 

Dengan demikian diharapkan ketika PP honorer terbit, proses pengangkatan CPNS sudah bisa dilakukan. Dikatakannya, belum semua data honorer yang terverifikasi ulang. Namun, bila PP sudah ada, verifikasi akan tetap jalan terus. "Verifikasi dan validasi ulang (untuk data yang belum selesai diperiksa) akan tetap jalan meski nantinya PP-nya sudah duluan terbit. Kan proses pengangkatan juga mekanismenya cukup banyak juga," ucapnya. Dalam pemberitaan sebelumnya, Komisi II DPR RI dan Menpan&RB bersepakat melakukan verifikasi serta validasi ulang untuk honorer tertinggal kategori I. 

Sasaran utamanya untuk instansi yang mengoleksi di atas 200 honorer. Menpan&RB serta Forum Guru Honorer Indonesia pada Februari lalu juga bersepakat mempercepat proses penerbitan PP Honorer Tertinggal. Saat itu Menpan&RB menjanjikan, Maret PP-nya terbit.